Senin, 07 Desember 2015

Kepemimpinan



A. ARTI PENTING KEPEMIMPINAN
Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepadapengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Cara alamiah mempelajari kepemimpinan adalah “melakukanya dalam kerja” dengan praktik seperti pemagangan pada seorang senima ahli, pengrajin, atau praktisi. Dalam hubungan ini sang ahli diharapkan sebagai bagian dari peranya memberikan pengajaran/instruksi.


B. TIPOLOGI KEPEMIMPINAN
Tipologi kepemimpinan disusun dengan titik tolak interaksi personal yang ada dalam kelompok . Tipe-tipe pemimpin dalam tipologi ini dapat dikelompokkan dalam kelompok tipe berdasarkan jenis-jenisnya antara lain :

1. Tipe Otokratis.
Seorang pemimpin yang otokratis ialah pemimpin yang memiliki kriteria atau ciri sebagai berikut: Menganggap organisasi sebagai pemilik pribadi, Mengidentikkan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi, Menganggap bawahan sebagai alat semata-mata, Tidak mau menerima kritik, saran dan pendapat, Terlalu tergantung kepada kekuasaan formalnya, Dalam tindakan pengge-rakkannya sering mempergunakan pendekatan yang mengandung unsur paksaan dan bersifat menghukum.

2. Tipe Militeristis
Perlu diperhatikan terlebih dahulu bahwa yang dimaksud dari seorang pemimpin tipe militerisme berbeda dengan seorang pemimpin organisasi militer. Seorang pemimpin yang bertipe militeristis ialah seorang pemimpin yang memiliki sifat-sifat berikut : Dalam menggerakan bawahan sistem perintah yang lebih sering dipergunakan, Dalam menggerakkan bawahan senang bergantung kepada pangkat dan jabatannya, Senang pada formalitas yang berlebih-lebihan, Menuntut disiplin yang tinggi dan kaku dari bawahan, Sukar menerima kritikan dari bawahannya, Menggemari upacara-upacara untuk berbagai keadaan.

3. Tipe Paternalistis.
Seorang pemimpin yang tergolong sebagai pemimpin yang paternalistis ialah seorang yang memiliki ciri sebagai berikut : menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak dewasa, bersikap terlalu melindungi (overly protective), jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil keputusan, jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil inisiatif, jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengembangkan daya kreasi dan fantasinya, dan sering bersikap maha tahu.

4. Tipe Karismatik.
Hingga sekarang ini para ahli belum berhasil menemukan sebab-sebab mengapa seseorang pemimpin memiliki karisma. Umumnya diketahui bahwa pemimpin yang demikian mempunyai daya tarik yang amat besar dan karenanya pada umumnya mempunyai pengikut yang jumlahnya sangat besar, meskipun para pengikut itu sering pula tidak dapat menjelaskan mengapa mereka menjadi pengikut pemimpin itu. Karena kurangnya pengetahuan tentang sebab musabab seseorang menjadi pemimpin yang karismatik, maka sering hanya dikatakan bahwa pemimpin yang demikian diberkahi dengan kekuatan gaib (supra natural powers). Kekayaan, umur, kesehatan, profil tidak dapat dipergunakan sebagai kriteria untuk karisma. Gandhi bukanlah seorang yang kaya, Iskandar Zulkarnain bukanlah seorang yang fisik sehat, John F Kennedy adalah seorang pemimpin yang memiliki karisma meskipun umurnya masih muda pada waktu terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat. Mengenai profil, Gandhi tidak dapat digolongkan sebagai orang yang ‘ganteng”.

5. Tipe Demokratis.
Pengetahuan tentang kepemimpinan telah membuktikan bahwa tipe pemimpin yang demokratislah yang paling tepat untuk organisasi modern. Hal ini terjadi karena tipe kepemimpinan ini memiliki karakteristik sebagai berikut : dalam proses penggerakan bawahan selalu bertitik tolak dari pendapat bahwa manusia itu adalah makhluk yang termulia di dunia, selalu berusaha mensinkronisasikan kepentingan dan tujuan organisasi dengan kepentingan dan tujuan pribadi dari pada bawahannya, senang menerima saran, pendapat, dan bahkan kritik dari bawahannya, selalu berusaha mengutamakan kerjasama dan teamwork dalam usaha mencapai tujuan, ikhlas memberikan kebebasan yang seluas-luasnya kepada bawahannya untuk berbuat kesalahan yang kemudian diperbaiki agar bawahan itu tidak lagi berbuat kesalahan yang sama, tetapi lebih berani untuk berbuat kesalahan yang lain, selalu berusaha untuk menjadikan bawahannya lebih sukses daripadanya, dan berusaha mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin.


C. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPEMIMPINAN
Dalam melaksanakan tugas kepemimpinan mempengaruhi orang atau kelompok menuju tujuan tertentu, kita pemimpin, dipengaruhi oleh beberapa factor. Factor-faktor itu berasal dari diri kita sendiri, pandangan kita terhadap manusia, keadaan kelompok dan situasi waktu kepemimpina kita laksanakan. Orang yang memandang kepemimpinan sebagai status dan hak untuk mendapatkan fasilitas, uang, barang, jelas akan menunjukkan praktek kepemimpinan yang tidak sama dengan orang yang mengartikan kepemimpinan sebagai pelayanan kesejahteraan orang yang dipimpinnya. Factor-faktor yang berasal dari kita sendiri yang mempengaruhi kepemimpinan kita adalah pengertian kita tentang kepemimpinan, nilai atau hal yang kita kejar dalam kepemimpinan, cara kita menduduki tingkat pemimpin dan pengalaman yang kita miliki dalam bidang kepemimpinan.


D.IMPLIKASI MANAJERIAL KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI
Sebab yang terjadi bila implikasi manajerial kepemimpinan dalam organisasi adalah akan menciptakan kepemimpinan yang baik karna adanya proses manajemen yang direncakan, karena induk dari sebuah perusahaan adalah pemimpin jadi bila pemimpin nya berkualitas maka perusahaan tersebut akan menjukukan kualitasnya.


Sumber :

Kelompok



Pengertian Kelompok
Kelompok adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang berinteraksi dan mereka saling bergantung (interdependent) dalam rangka memenuhi kebutuhan dan tujuan bersama, meyebabkan satu sama lain saling mempengaruhi (Cartwright&Zander, 1968; Lewin, 1948)

Muzafer Sherif
Kelompok sosial adalah kesatuan sosial yang terdiri dari dua atau lebih individu yang telah mengadakan interaksi sosial yang cukup intensif dan teratur, sehingga di antara individu itu sudah terdapat pembagian tugas, struktur dan norma-norma tertentu.
*Seseorang yang sama-sama berada di suatu tempat (perpustakaan, halte bus, dll) tetapi tidak berinteraksi dan memiliki tujuan sendiri-sendiri bukan termasuk kelompok, melainkan “agregat”.


Karakteristik Kelompok
1.    Terdiri dari dua orang atau lebih dalam interaksi sosial baik  secara verbal maupun non verbal.
2.    Anggota kelompok harus mempunyai pengaruh satu sama lain supaya dapat diakui menjadi anggota suatu kelompok
3.    Mempunyai struktur hubungan yang stabil sehingga dapat menjaga anggota kelompok secara bersama dan berfungsi sebagai suatu unit.
4.    Anggota kelompok adalah orang yang mempunyai tujuan atau minat yang sama.
5.    Individu yang tergabung dalam kelompok, saling mengenal satu    sama lain serta dapat membedakan orang-orang yang bukan anggota kelompoknya.


Tahap-tahap Pembentukan Kelompok 
Model pembentukan suatu kelompok pertama kali diajukan oleh Bruce Tackman (1965). Teori ini dikenal sebagai salah satu teori pembentukan kelompok yang terbaik dan menghasilkan banyak ide-ide lain setelah kosep ini dicetuskan.

Tahap 1 – Forming
Pada tahap ini kelompok baru saja dibentuk dan diberikan tugas. Anggota kelompok cenderung untuk bekerja sendiri dan walaupun memiliki itikad baik namun mereka belum saling mengenal dan belum saling percaya.

Tahap 2 – Storming
Kelompok mulai mengembangkan ide-ide berhubungan dengan tugas-tugas yang mereka hadapi. Mereka membahas isu-isu semacam masalah yang harus mereka selesaikan. Anggota kelompok saling terbuka dan mengkonfrontasi ide-ide dan perspektif mereka masing-masing. Pada beberapa kasus, tahap storming cepat selesai. Namun ada pula yang mandenk pada tahap ini.

Tahap 3 – Norming
Terdapat kesepakatan dan konsensus antara anggota kelompok. Peranan dan tanggung jawab telah jelas. Anggota kelompok mulai dapat mempercayai satu sama lain seiring dengan mereka melihat kontribusi masing-masing anggota untuk kelompok.

Tahap 4 – Performing
Kelompok dalam tahap ini dapat menyelesaikan pekerjaan dengan lancar dan efektif tanpa ada konflik yang tidak perlu dan supervisi eksternal. Anggota kelompok saling bergantung satu sama lainnya dan mereka saling respect dalam berkomunikasi.

Tahap 5 – Adjourning dan Transforming
Tahap dimana proyek berakhir dan kelompok membubarkan diri. Kelompok bisa saja kembali pada tahap mana pun ketika mereka mengalami perubahan.


Kekuatan Teamwork
Dalam sebuah tim yang dibutuhkan adalah kemauan untuk saling bergandeng-tangan menyelesaikan pekerjaan. Bisa jadi satu orang tidak menyelesaikan pekerjaan atau tidak ahli dalam pekerjaan A, namun dapat dikerjakan oleh anggota tim lainnya. Inilah yang dimaksudkan dengan kerja tim, beban dibagi untuk satu tujuan bersama.
Saling mengerti dan mendukung satu sama lain merupakan kunci kesuksesan dari teamwork. Jangan pernah mengabaikan pengertian dan dukungan ini. Meskipun terjadi perselisihan antar pribadi, namun dalam tim harus segera menyingkirkannya terlebih dahulu. Bila tidak kehidupan dalam tim jelas akan terganggu. Bahkan dalam satu tim bisa jadi berasal dari latar belakang divisi yang berbeda yang terkadang menyimpan pula perselisihan. Makanya sangat penting untuk menyadari bahwa kebersamaan sebagai anggota tim di atas segalanya.

Berikut poin-poin teamwork yang baik:
1)       Teamwork adalah kerjasama dlm tim yang biasanya dibentuk dari beragam divisi dan kepentingan.
2)       Sama-sama bekerja bukanlah teamwork, itu adalah kerja individual.
3)       Filosofi teamwork: ‘saya mengerjakan apa yang Anda tidak bisa dan Anda mengerjakan apa yang saya tidak bisa.
4)       Ketika berada dalam teamwork, segala ego pribadi, sektoral, deparmen harus  disingkirkan.
5)       Dalam teamwork yang dikejar untuk dicapai adalah target bersama, bukan individual.
6)       Keragaman individu dalam teamwork memang sebuah nilai plus namun bisa    menjadi minus jika tidak ada saling pengertian.
7)       Saling pengertian terhadap karakter masing-masing anggota team akan menjadi  modal sukses bersama.
8)       Jika setiap orang bekerjasama via bidang masing-masing, target korporasi pasti akan segera terealisasi.
9)       Individu yang egois mengejar target pribadi akan menghambat keberhasilan team. Bayangkan jika si A mengejar target A & si B mengejar target B, lalu target bersama bermuara kemana?
10)     Keahlian masing-masing sungguh menjadi anugerah dalam teamwork yang akan mempercepat proses pencapaian target.
11)     Kendalikan ego dan emosi saat bersama agar pergesekan tidak berujung pada  pemboikotan kerjasama.
12)     Dengan pemahaman yang tinggi soal karakter individu dalam team, realisasi target  tidak perlu waktu yang lama.
13)     Ingatlah selalu bahwa: ‘teamwork makes the dream work’



Sumber : 

Strategi Pengambilan Keputusan dalam Organisasi



Hyundai Buat Merek Premium Bernama Genesis
06-Nov-2015
Hyundai sepertinya yakin bisa bikin mobil premium, seperti halnya Lexus pada Toyota atau Infiniti pada Nissan. Hyundai pun kini turut membuat merk premiumnya dengan nama Genesis.

Seperti yang dilansir Carscoops, keputusan Hyundai ini memakan waktu yang lama. Tetapi akhirnya mereka mengukuhkan untuk membuat merk premium mereka. Genesis akan diluncurkan dengan 6 model pada tahun 2020, dengan 1 model diperkenalkan pada Desember tahun ini sebagai awalan.

Hyundai mengatakan, Genesis akan mempunyai 4 aspek, yaitu Human-focused innovation, refined and balanced performace, athletic elegance in design serta hassle-free customer experience.
Untuk penamaan jajaran produknya, Genesis akan menggunakan alphanumeric dengan huruf G didepannya, seperti G50, G60 ataupun G80, menyesuaikan tipe dan segmennya.

Hyundai pun berjanji  akan memberi perbedaan antara Hyundai ‘tipe’ Genesis dan brand Genesis ke depannya, dengan memberikan teknologi keamanan, fitur hiburan, konektivitas dan fokus kepada pengemudi yang istimewa, berkualitas serta nyaman.

Luc Donckerwolke, Design Deivion Hyundai, yang juga merupakan mantan desainer VW Group bekerja sama dengan Peter Schreyer untuk membuatnya. Schreyer pun mengatakan “untuk membuat desain ciri khas dari merk Genesis, kami memperlihatkan percaya diri serta orisinalitas, membuat  produk yang diinginkan serta membuat pesona yang baru, dan desain yang innovatif serta proposional.”Tutup Schreyer, Chief Design Officer Hyundai.

Kita lihat nanti, seberapa hebat pabrikan Korea ini bermain di pasar premium.
 
 


Analisis :
Menurut saya langkah yang diambil Hyundai dalam meluaskan pasarnya ke segmen premium, merupakan salah satu strategi perusahaan untuk mendapatkan keuntungan lebih dan juga mengangkat citra brand Hyundai itu sendiri. Langkah ini sebenarnya sudah banyak dilakukan oleh merek-merek kendaraan non-premium lainnya seperti Toyota, Nissan, dan Honda yang membuat brand premium untuk tujuan yang kurang lebih sama. Pasar mobil premium di dunia menurut saya cukup besar dan langkah yang diambil Hyundai ini sebenarnya aman-aman saja, karena Hyundai bukan pemain baru di industry ototmotif. Yang menjadi masalah dalam segmen mobil premium ini, adalah persaingannya yang sangat ketat dan diisi oleh merek-merek premium yang sudah bermain lebih lama dalam segmen ini. Sebagai contoh adalah Mercedes – Benz, BMW, Audi, Jaguar, dll, semua merek yang tadi disebutkan sudah memiliki reputasi yang baik dimata konsumen dan konsumen sudah mengenali dengan baik merek-merek tersebut. Bagi Hyundai ini merupakan tantangan yang berat, karena konsumen dalam segmen premium ini, tidak hanya mengharapkan produk yang baik, namun juga harus memiliki keunikan tersendiri yang membedakannya dengan yang lainnya. Hyundai terkenal dengan produk-produknya yang berharga relative murah dan memiliki desain unik meskipun menurut saya kualitas buatannya tidak sebaik merek-merek dari Jepang, Eropa, dan Amerika. Peningkatan kualitas buatan dan pemilihan material yang lebih baik menurut saya adalah hal terpenting yang harus ditingkatkan Hyundai untuk lebih menarik. Sesuai dengan berita di atas, sepertinya Hyundai sudah membuat rencana untuk meningkatkan kualitas buatan dan juga menyiapkan desian yang unik untuk merek Genesis ini.

Sumber :

Peran Komunikasi dalam Organisasi



Komunikasi adalah suatu proses dalam mana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain. Dalam prosesnya, komunikasi dibagi menjadi verbal dan non-verbal. Sebuah komunikasi dapat terjadi jika ada 3 unsur, yaitu komunikator (pemberi informasi), komunikan (penerima informasi), dan informasi itu sendiri. Sebuah komunikasi dapat menjadi efektif apabila kedua belah pihak (komunikator dan komunikan) memiliki pemahaman yang sama terhadap hal tertentu agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam penerimaannya.
 

Organisasi adalah wadah atau tempat berkumpulnya orang-orang yang memiliki tujuan yang sama. Suatu organisasi pasti berisi lebih dari 1 orang, oleh karena itu kerjasama sangat dibutuhkan dalam mencapai tujuan itu. Sebuah organisasi dapat berjalan dengan baik, apabila semua orang yang ada di dalamnya memiliki hubungan yang baik. Hal itu sangat penting untuk meminimalisir terjadinya konflik yang terjadi di dalam organisasi, karena konflik yang berlebihan dapat menghambat tercapainya tujuan dalam organisasi.

Menurut saya, hubungan antara komunikasi dan sebuah oraganisasi sangat erat dan tidak dapat dipisahkan. Komunikasi merupakan salah satu unsur penting dalam membangun kerjasama dalam organisasi. Sebuah organisasi juga membutuhkan pemimpin yang baik dan dapat mengkomunikasikan segala hal kepada bawahannya agar terciptanya hubungan yang baik antar sesame anggota. Untuk membuat suatu iklim organisasi yang baik, organisasi harus membuat budaya yang tepat agar tercapai kondisi yang diinginkan, di dalamnya organisasi harus memiliki aturan-aturan untuk menciptakan budaya atau iklim yang diinginkan. Aturan-aturan tersebut dapat membebtuk cara komunikasi yang dianggap efektif bagui sebuah organisasi dan hasilnya adalah lingkungan organisasi menjadi lebih baik.

Sumber :